web analytics
Search on this Web
Calendar
June 2010
M T W T F S S
« Jan   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Instagram

Riau Jazzin Blast 2010

Maliq and D'Essentials

Maliq and D'Essentials

Second post.. Ya, inilah tulisan saya yang kedua setelah tulisan yang “pertama” mengisi kembali web blog saya yang sempat “vakum” 4 bulan. Kali ini tulisan yang hadir masih dalam kategori yang ringan-ringan (belum tentang web programming, database, software engineering, dan sejenisnya @_@ ), adalah seputar kegiatan yang baru-baru ini diadakan di kota ini, Pekanbaru. “Riau Jazzin Blast 2010” yap, itulah nama event yang berlangsung akhir pekan kemarin. Acara yang berlangsung Sabtu 29 Mei 2010 dari siang sampai malam hari menyuguhkan berbagai penampilan apik dari berbagai musisi Jazz baik lokal maupun nasional. Acara yang digelar di GOR Remaja Pekanbaru ini memberikan suguhan musik Jazz yang memacu adrenalin sejumlah penonton muda (termasuk saya tentunya πŸ˜€ ) untuk mengikuti irama dengan hentakan musik yang membahana seisi ruangan. Apalagi event ini diadakan di akhir pekan, dimana acara ini menjadi hiburan pelepas dahaga publik kota Pekanbaru menyambut liburan panjang. Bukan hanya anak muda yang mendominasi acara ini, tampak pula beberapa pengunjung yang datang bersama keluarga ikut menikmati suguhan musik Jazz ini, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan bapak-bapak & ibu-ibu terlihat sangat menikmati alunan musik dari para musisi Jazz yang tampil di malam minggu ini.

Diantara para musisi Jazz yang tampil dalam acara ini, hadir musisi nasional yang musik-musiknya sudah cukup familiar ditelinga para penikmat musik, diantaranya Maliq and d’Essentials, Abdul and the Coffee Theory, Ecoutez & Andien featuring bassis handal Barry Likumahuwa. Tidak hanya itu, musisi Jazz lokal Pekanbaru tidak ingin ketinggalan memberikan suguhan musik mereka diantaranyaΒ  Riau Rhythm Chambers, Urban Rhythm, Geliga, dll.

Andien, gadis yang bernama lengkap Andini Aisyah Hariadi kelahiran 24 tahun lalu, mulai tampil sejak malam hari dan sontak memukau para penikmat Jazz yang hadir dengan suara lembutnya, membuat pertunjukan semakin menarik. Sedikitnya ada 10 lagu yang dibawakan Andien, langsung saja para penonton yang sebelumnya duduk di panggul festival langsung berdiri dan mendekat ke tepi panggung. Tidak hanya itu, banyak juga para penonton dari kelas VIP & tribun (termasuk saya πŸ˜› ) ikut turun ke panggung festival. “Ahh, gak seru klo cuma nonton dari tempat duduk, ayo turun !” begitu kata saya kepada teman-teman yang juga langsung ikut ke panggung festival. Lagipula, tujuan saya datang ke acara itu selain menikmati musik Jazz juga ingin mengabadikan momen malam itu dalam kamera Nikon D3000 yang sudah saya persiapkan sebelumnya. Jeprat..jepret..! kamera di tangan saya langsung terfokus ke seisi panggung, seakan tidak mau kalah dengan fotografer lain yang dari sebelumnya sudah mengabadikan momen malam itu. Yah, memang bukan apa-apa sih dibanding dengan mereka yang sudah pro & dengan peralatan yang lebih canggih, “ah, bodo amat yang penting nge-shoot !” begitu pikiran saya yang masih newbie, beginner & amatir ini.

Kurang lebih 2 jam Andien “membius” penonton yang hadir dengan suara indahnya, akhirnya dara cantik itu mengakhiri penampilannya dengan lagu terakhir yang benar-benar membuat penonton terpuaskan, panggung kemudian diisi oleh games & kuis untuk mengisi waktu. Saat itulah saya bersama teman yang kebetulan berprofesi sebagai wartawan masuk ke backstage untuk interview langsung musisi pengisi acara. Dengan modal kamera dan embel-embel “UR News” (kebetulan kebanyakan panitianya mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Riau) kami langsung dipersilahkan untuk ke ruang all access dan bertemu langsung dengan Andien yang sudah siap untuk di interview. Emm, bingung emang awalnya apa yang harus dilakukan, tapi berhubung saya sebagai fotografer (dadakan) tak banyak cakap yang harus saya lakukan, cukup sepatah kata “mbak, ngambil gambarnya ya” yang langsung diiyakan dengan senyum manisnya (zzzinnggg… πŸ˜€ )

So beautiful, so cute, so nice, so friendly & so profesional. Mungkin itu yang bisa saya katakan tentang wanita satu ini, walaupun saya hanya fotografer “kacangan” tapi tetap saja dia memberikan respon yang ramah. Disaat wartawan yang lain sibuk dengan pertanyaan, saya sibuk dengan kamera yang memang saat itu cuma saya satu-satunya “tukang foto” di sana, sesekali Andien melempar senyum ke saya kamera dan kemudian kembali perhatiannya terfokus ke wartawan yang melakukan interview. Saat akhir interview saya langsung minta waktu untuk photo session, memang dasarnya ramah, baik hati & tidak sombong Andien langsung meng-iyakan. Jadilah ruang interview saat itu jadi “studio foto dadakan”, tanpa basa-basi Andien langsung berpose. Jeprat..jepret..jeprat..jepret beberapa foto berhasil diambil, tidak banyak waktu memang untuk mengatur kamera ke settingan yang benar-benar pas (maklum masih newbie πŸ˜› ), tapi itu saja sudah cukup memuaskan saya. Sebelum berpisah, saya minta waktu untuk berfoto bersama (boleh donk sekali-kali fotografernya masuk frame πŸ˜€ ), lagi-lagi Andien mempersilahkan dengan senyumnya, tak terlihat rasa capek di rona wajahnya yang baru saja tampil di panggung. Pose.. ^_^

Puas interview & photo session dengan Andien, saya kembali ke panggung. Saat itu giliran pengisi acara terakhir menunjukkan kebolehannya, Maliq & D’Essentials ! Band yang dibentuk pada tahun 2002 itu digawangi oleh Angga (Vocal), Indah (Vocal), Ifa (Keyboard), Jawa (Bass), Lale (Gitar) & Amar (Terompet) menyuguhkan musik yang benar-benar membuat histeris penonton, terutama kaum hawa. Tanpa menunggu lama lagi, saya langsung mengambil gambar aksi panggung mereka yang benar-benar kompak dan memukau, cukup banyak gambar yang saya ambil walaupun tidak mudah karena saya tidak boleh sering-sering menggunakan blitz kamera yang bisa mengganggu penampilan mereka. Yah, saya harus berulang kali mengatur settingan kamera agar mendapatkan hasil yang baik tanpa harus menggunakan blitz, cukup susah memang (namanya juga pemula πŸ˜€ ) tapi saya cukup terpuaskan dengan kesempatan yang langka ini. Sayang, diakhir acara saya tidak dapat kesempatan untuk interview & photo session dengan personel Maliq & D’Essentials, berhubung sudah malam mereka langsung “cabut” ke hotel untuk istirahat. Yah, memang tidak semua musisi yang tampil di RJB 2010 yang bisa saya abadikan fotonya, sayapun baru datang ke tempat acara sejak malam hari karena walaupun itu hari sabtu, saya tetap masuk kantor πŸ˜€

Beberapa foto yang saya ambil di Riau Jazzin Blast 2010 ada di album di bawah ini (juga diupload di facebook saya), silahkan klik gambarnya untuk melihat full size (800 x 600 pixel), kalau berkenan tinggalkan komentarnya ya, thx.. πŸ˜‰

Oh ya, beberapa foto saya kirimkan di photo contest yang diselenggarakan panitia Riau Jazzin Blast 2010. Hehe, gak sengaja ngeliat infonya waktu buka-buka web RJB 2010, “iseng-iseng berhadiah” aja, lagian ini kontes untuk pemula kok, bukan kontes profesional πŸ˜›

Riau Jazzin Blast 2010 Photo Album :

Leave a Reply